Syeikh Muhammad Mahdi Akif
Kita memperingati sirah dan kehidupan Rasulullah saw bukan sehari dalam sebulan, namun kita melakukannya setiap hari dan bukan sekali dalam sehari dalam satu hari namun puluhan kali; ketika ada seruan dan ajakan shalat, dunia seluruhnya menjawab dan menjawab seruan azan; saya bersaksi bahawa Muhammad utusan Allah. Setiap kali bertasyahud dalam shalat, seorang muslim seakan bertemu Rasulullah saw mengucapkan salam: “Assalamu’alaika Ayyuhan nabi”, seakan mengunjunginya secara maknawi dan bertemu dengannya, menyambut dan bersuka cita kepadanya.
Manusia cenderung terjerumus pada kehancuran
Bagi para pemerhati keadaan dunia saat ini akan melihat bahawa manusia banyak yang cenderung pada hawa nafsu yang menghinakan seakan datang kepada semua orang dan hampir semuanya, dan dunia kini dibagi menjadi dua kelompok:
– Kekuatan yang dengan taringnya ingin mendominasi yang lain, dan memaksakan kehendak dari apa yang mereka inginkan, membuat perjanjian yang menjadi sarana merampas sumber daya alam mereka, dan menjadikan diri mereka sebagai pemimpin mereka, dan pada selanjutnya mencegah mereka dari kebebasan dan kedaulatan atas tanah mereka, dan kebebasan melakukan tindakan dari potensi yang mereka miliki… Menyalakan api perang yang mereka istilahkan dengan tindakan preventif, hanya untuk mengamankan dan melancarkan kepentingan mereka sendiri, membatasi kebebasan dan kemerdekaan warga yang bergolak dalam diri mereka untuk melakukan perlawanan terhadap ketidakadilan, mengembalikan hak-hak dan kebebasan bangsa, menolak penjajahan.
Bahkan, mereka tidak melakukan itu saja, namun mereka juga memantik api perang antara anak-anak bangsa dalam satu negara (perang saudara), sehingga mereka meminta perlindungan dan bantuan kepada mereka dan bergantung pada tali mereka.
– Adapun kelompok lainnya adalah kelompok yang lemah dan dihinakan kerana kemiskinan dan kebodohan, dibutakan oleh penyakit, dan kelemahannya kian terus bertambah oleh adanya pemerintah otoriter yang membatasi kebebasan, dan menurunkan berbagai macam warna dari ketidakadilan, menutup berbagai sisi mata pencarian, dan enggan melakukan perbaikan kecuali harus tunduk pada kekuasaannya, menguasai segala potensi yang dimiliki, menghisap apa yang tersisa dari darahnya, melakukan penganiayaan hingga titik maksimum hingga pada puncak penyiksaan saat ada usaha represif rakyat yang tertindas dan tertekan, berteriak kesakitan atau meminta pertolongan.
Keadaan yang suram ini telah menjadi lumrah di sebahagian besar masyarakat di negara Islam di seluruh dunia ketiga yang hidup di bawah tingkat kemiskinan, pengangguran di semua kelompok masyarakat, penyakit merajalela, ubat-ubatan yang mahal dan langka sehingga jika ditemukan tidak mampu membelinya, terjadi korupsi dalam pendidikan dan pemerintahan, dan menyebarnya rasuah dan sikap pilih kasih, sikap egois dan egoisme, menyebar kejahatan dalam berbagai strata masyarakat, sehingga pemerintah yang memimpin suatu negara hanya menyibukkan diri untuk menyelesaikan permasalahan ini dan sebagian mereka ada yang melakukan pembatasan terhadap para generasi kebangkitan Islam yang berusaha ingin memperbaiki keadaan masyarakat dan melakukan kebangkitan serta menghadang musuh-musuhnya dari Zionis dan kuncu-kuncu nya.
Musuh takut terhadap nyala api keimanan
Hal ini patut dipahami, bahawa musuh sangat menyadari bahawa rahasia kekuatan umat dan bangsa terletak pada kekuatan iman dan cinta pada jihad dan syahadah di jalan Allah; oleh kerana itu pertama kali yang mereka lakukan adalah memusnahkan nyala api iman dan mengerahkan segala potensi yang mereka miliki dan bekerja sama dengan kuncu-kuncu nya untuk mewujudkan impian mereka, namun Allah menghinakan tipu daya mereka dan memperkukuh umat sesuai dengan fitrahnya dan merespon setiap kali ada seruan jihad dan syahadah… “Mereka ingin memadamkan cahaya Allah melalui mulut-mulut mereka dan Allah yang menyempurnakan cahaya-Nya sekalipun orang-orang kafir tidak menyukainya”. (As-Shaff:8)
Nabi Muhammad saw pembawa rahmat bagi semesta alam
Allah telah mengutus Rasulullah saw membawa rahmat bagi semesta alam, bagi siapa yang mengikutinya akan mendapat keberuntungan di dunia dan di akhirat .. “Dan tidaklah Kami mengutusmu kecuali untuk memberi rahmat bagi semesta alam” (Al-Anbiya:107). Dan nabi saw sendiri bersabda: “Sesungguhnya Aku diutus untuk membawa rahmat”.
Dan dibawah naungan syariah Rasulullah saw seluruh manusia menikmati kebebasan, keadilan dan kesetaraan dan memberikan kasih sayang bagi manusia yang tertimpa penderitaan dan ketidakadilan, ketakutan dan teror yang dilakukan oleh para penentangnya yang tidak hanya menolak hadiah kasih sayang tersebut, namun lebih dari itu adalah menyatakan api perang terhadap syariat langit dan melecehkan dan menjauh dari karunia, rahmat dan kenikmatan dan nasihat serta cahaya yang terang benderang .. Sungguh merugi umat manusia yang seperti itu! .. betapa sengsara apa yang dilakukan oleh manusia seperti itu; kesengsaraan dan penderitaan, sekiranya mereka tetap berada dalam keadaan seperti itu dan tidak mau merespon seruan Allah dan Rasul-Nya…!! “Dan Barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, Maka Sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam Keadaan buta”. (Thaha:124)
Darah para syuhada adalah simbol kesedaran umat
Wahai umat Islam..Janganlah kalian merasa bangga dengan darah yang mengalir di jalan untuk membela kebenaran dan melakukan perlawanan terhadap penjajahan, begitu pula dengan pengorbanan yang diberikan dalam menghentikan kerosakan moral, sosial dan ekonomi… kerana yang demikian adalah kecil di hadapan tujuan yang sangat mulia dan ganjaran yang besar.
Maka dari itu, berjihad dan berjihadlah wahai umat Islam, kerana yang demikian merupakan perniagaan yang dapat menyelamatkan diri dari azab Allah, mendekat dari nikmat Allah dan mewujudkan pertolongan Allah: “Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui. Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam jannah ‘Adn. Itulah keberuntungan yang besar. Dan (ada lagi) karunia yang lain yang kamu sukai (yaitu) pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat (waktunya). dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman. (As-Shaff:10-13)
Perbaikilah dirimu terlebih dahulu lalu serulah orang lain
Bahawa tugas kita – sebagai umat Islam - selama di tangan ada cahaya yang terang dan sebotol ubat untuk dapat mengubati diri dan menyeru orang lain. Dan Ikhwanul Muslimin pertama kali yang dituju dalam pembinaannya adalah mendidik diri terlebih dahulu, memperbaharui ruh, memperteguh dan memperkukuh akhlaq serta menumbuhkan keberanian yang lurus dalam jiwa-jiwa umat, dan mereka meyakini bahawa hal tersebut merupakan titik awal yang akan mampu membangun kebangkitan umat dan bangsa…jika kita berhasil maka itulah yang kita inginkan, namun jika tidak maka kita serahkan seluruhnya kepada Allah dan kita telah menyampaikan risalah, menunaikan amanah, dan kita menginginkan kebaikan untuk manusia, dan kita tidak putus asa melakukan perbaikan atau berhenti dalam menyebarkan risalah Rasulullah saw sehingga tidak memiliki sama sekali pengaruh, namun dengan pengorbanan yang besar dan darah yang banyak, cukuplah bagi para pembawa risalah mendapatkan faktor-faktor keberhasilan. Dengannya mereka beriman, sehingga mengikhlaskan diri dalam berjuang dan di jalannya mereka berjihad, sementara waktu telah menunggunya dan dunia selalu memantaunya… “… Allah serta Rasul-Nya akan melihat pekerjaanmu, kemudian kamu dikembalikan kepada yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”. (At-Taubah:94)
Dan segala puji hanya milik Allah, Tuhan semesta alam.