• Home

ISMAPJ Info Centre :: Membina Generasi Rabbani

Feeds:
Posts
Comments

Prinsip & Tsawabit Daawah

August 24, 2008 by ismapjinfo

Muhammad Mahdi Akif, Mursyid Am Al-Ikhwan al-muslimun

 

Dakwah Al-Ikhwan Al-Muslimun memiliki prinsip dan tsawabit yg tidak pernah dilanggarnya, diantaranya:

Prinsip pertama: Pembentukan dan pembaharuan

Bhw pemahaman tajdid (pembaharuan) adalah lakukan kebangkitan baru iaitu kembalikan bangunan dari awal dan dari landasannya. Hal itu harus dibeza antara dirikan daulah dan wujudkannya kembali, antara kelesuan dan kehancuran, krn

·  pertama; kerja duat adalah menyeru, lakukan pembaikan & luruskan yg bengkok, tolak segala racun yg masuk dlm Islam,

·  kedua setelah keruntuhan al-khilafah dan adanya penguasaan asing serta penjajahan atas negeri2 Islam, maka diperlukan pembentukan dan pembangunan kembali, dan inilah yg diperingatkan oleh imam Al-Banna ketika berkata: “Kami menginginkan individu muslim, keluarga muslim, umat muslimah dan pemerintahan yg Islami”.

 

Prinsip kedua: Universal

Islam yg agung ini harus difahami bhw seluruhnya memiliki keterikatan,

·  setiap bhg yg ada dlmnya tak akan mampu ditunai kewajibannya kecuali harus sama dgn yg lainnya; seperti aqidah, syariah dan ibadah semuanya memiliki kesepaduan,

·  tak boleh ada pemisahan antara agama-politik, agama-Negara, ibadah-pemerintahan, bahkan pd selain ini semua.

·  inilah prinsip dan keyakinan kita dan setiap orang yg fahami risalah ini dgn pemahaman yg benar dan utuh, umat Islam –sekalipun miliki banyak perbezaan- merupakan satu kesatuan dan wajib bekerja/berjuang utk wujudkan kesatuan tersebut.

 

Prinsip ketiga: Iman yg terpatri dlm jiwa setiap muslim

Bukanlah keimanan yg membuatnya mabuk dan tidur, namun keimanan Islam adalah mencakup segala aspek kehidupan,

·  memberikan hukum dlm segala urusan, meletakkan nidzam (system) secara tepat dan menyeluruh,

·  tidak hanya terfokus pada permasalahan yg kecil dan system yg memerlukan pembaikan ragam masyarakat,

·  berpegang teguh pada kitab Allah; yg merupakan asas Islam dan landasannya, dan sunnah Rasulullah saw.

 

Prinsip keempat: Al-Ikhwan dan keyakinan kepatuhan

Bhw kekukuhan umat Islam, sumber kehidupan dan kekuatannya adalah ikatan aqidah yg beri kemuliaan kpdnya, ubahnya memiliki pengaruh besar pada umat lain yg terpedaya pd kehidupan duniawi dgn satu kalimat; keadilan dan kebenaran.. keteguhannya memancarkan kewajiban yg difardukan oleh Islam terhadap umatnya utk maslahat saudaranya sesama muslim, iaitu kepatuhan yg berupa kecintaan dan pembelaan.

 

Sesungguhnya orang-orang beriman itu adalah bersaudara (Al-Hujurat:10)

 

Dan orang2 beriman, lelaki dan perempuan, setengahnya jadi penolong bagi setengah yg lain; mereka menyuruh berbuat kebaikan, dan melarang berbuat kejahatan; dan mereka dirikan solat dan memberi zakat, serta taat kpd Allah dan RasulNya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; Sesungguhnya Allah Maha Kuasa, lagi Maha Bijaksana. (At-taubah:71).

 

Hilangnya kepatuhan akan cacat kesempurnaan iman, dlm hadits disebutkan:  “Tidaklah beriman salah seorang dari kalian sehingga mencintai saudaranya seperti dia mencintai dirinya sendiri”. (Bukhari), dan bersabda nabi saw: “Tidaklah kalian akan masuk surga sehingga kalian beriman, dan tidaklah sempurna iman kalian hingga kalian saling mencintai”. (Muslim)

 

Al-Ikhwan juga yakin bhw kepatuhan yg terbesar dan agung adalah patuh kpd Islam dan peradabannya, dan hal ini tidak menghalangi mereka utk patuh kpd hal yg terkecil sekalipun; kpd keluarga, kerabat dan Negara tempat mereka berteduh dan membesar serta hidup, bahkan kpd umat yg mereka ikut serta dlm kehidupan khususnya aqidah dan agama…

 

Imam Al-Banna berkata “Sesungguhnya Al-Ikhwan Al-Muslimun sangat cintai negaranya, azam utk jaga kesatuannya, dan tidak ditemu kebencian sedikitpun kpd setiap orang yg ikhlas utk cintai negaranya, berjuang membela kaumnya, bercita2 mengangkat kemuliaan dan kebesaran negaranya, dahulukan yg lebih dekat dan terdekat; hubungan silaturrahim dan tetangga.. kami bersama para duat bahkan selalu bersama perjuangan dlm berbagai nilai2 yg baik utk kembalikan kebaikan Negara dan bangsa, krn Negara baginya tidak keluar dari kefahaman yg merupakan bhg dari ajaran Islam, adapun perbezaan kami dgn mereka adalah bhw menurut kami batasan Negara adalah dgn aqidah sementara mereka memandang dgn garis sempadan Negara dan batas geografi”. (Majmuah rasail)

 

Prinsip kelima: Jihad di jalan Allah

Al-Ikhwan Al-mulimun dibina dgn jihad fi sabilillah, imam Al-Banna berkata: “Yg saya maksud dgn jihad adalah kewajiban dari masa lalu hingga hari kiamat, dan pemahaman yg diucapkan oleh Rasulullah saw :  “Barangsiapa yg meninggal dan belum pernah berperang dan tidak punya niat utk berperang maka meninggalnya dlm keadaan jahiliyah”.

 

Dan kedudukan jihad menurut Al-Ikhwan adalah

·  rukun yg sangat agung setelah dua kalimat syahadat, cakupi segala aspek kehidupan hingga akhir hidup manusia,

·  miliki banyak halaqoh & fasa, dan apapun racun yg ada dlmnya maka boleh tak mengarah pada tujuan yg dituntut.

·  bhw perjalanan sangatlah panjang, hambatan/rintangan sangatlah banyak, dan ketergelinciran dlmnya boleh akibat bahaya,

·  sehingga harus ada orang yg berjalan persiapkan diri dgn sabar dan kuatkan kesabaran, biasa menanggung beban dan berkorban, keluarkan segala kesusahan dirinya dan menolak segala bisikan syaitan.

·  sangat utama bg kesejahteraan umat, yg kuat dan disegani, jauh dari jamahan orang yg tamak;

·  krn itu Allah mencela orang yg bermalas-malasan dan duduk-duduk tidak mau berjihad:

 

 “Hai orang2 beriman, Apakah sebab bila dikata kpdmu: “Berangkatlah (utk berperang) pd jln Allah” kamu rasa berat &  ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu puas dgn hidup dunia sebagai ganti hidup akhirat? Padahal nikmat hidup dunia ini (dibanding dgn kehidupan) diakhirat hanyalah sedikit”. (At-Taubah:38)

 

Prinsip keenam: Al-Ikhwan dan permasalahan amar ma’ruf dan nahyu anil munkar

Al-Ikhwan berkeyakinan bhw memberikan arahan dan nasihat merupakan kewajiban bukan sekadar dibolehkan, Allah telah menjelaskan bhw umat Islam tidak berhak dapat kejayaan di mukabumi kecuali dgn menjaga dan menunaikan karakternya, iaitu, Ali Imran:110

 “Kamu adalah umat yg terbaik yg dilahirkan utk manusia, suruh kpd ma’ruf, dan cegah dari mungkar, dan beriman kpd Allah”.

 

“Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yg menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha kuat lagi Maha perkasa,  (iaitu) orang2 yg jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan solat, tunaikan zakat, menyuruh berbuat ma’ruf dan mencegah dari perbuatan yg mungkar; dan kpd Allah-lah kembali segala urusan”. (Al-Hajj:40-41)

 

Ketika umat lalai darinya maka terhalang baginya perlindungan & kemenangan, hingga ia sangatlah utama sekali ketika ada sebhg yg sembunyi kebenaran, lalai ma’ruf dan abai kemungkaran. Rasulullah bersabda: “Kalimat “La Ilaha illa Llah, masih akan memberikan manfaat bg orang yg ucapkannya, dan tolaknya dari azab & sengsara selama tak abai haknya? Para sahabat berkata, wahai Rasulullah, apa yg dimaksud dgn abai haknya? Beliau bersabda: “Tampak perbuatan maksiat kpd Allah dihadapannya namun tidak mau ingkari dan ubahnya”.

 

Kewajiban setiap muslim menjaga keimanan dlm dirinya dan lingkungannya secara khusus… beri arahan dgn penuh hikmah, penjelasan dgn tenang, memberi nasihat dgn penuh kasih sayang dan bersungguh2 jalin silaturrahim antara dgn orang yg hidup bersamanya. Bhw jalankan nasihat merupakan kewajiban kpd siapa saja yg perlu nasihat ajaran Islam, dlm hadits disebut: “Agama adalah nasihat, kami berkata: utk siapa? Beliau jawab: Utk Allah, kitabNya, RasulNya, para pemimpin Islam dan orang-orang yg awam”. Nabi bai’at sahabatnya utk dengar, taat dan beri nasihat pd setiap muslim.. Imam Al-Banna berkata: “Adapun mereka yg ajak pada kebaikan dan cegah akan kemungkaran, harus memulai diri sendiri, kemudian keluarganya dan rumah tangganya, kemudian saudara2nya dan teman dekatnya, dan mereka lakuk itu semua dgn penuh sabar, perjuangan, bijak &nasihat yg baik. Kalian tidak akan melihat media masa mereka kecuali dlm bentuk ajak pd kebaikan dan cegah mungkar? Dan tidak akan kalian lihat dari nasihat dan ucapan mereka kecuali jalan menuju kebaikan ini?!

 

Prinsip ketujuh: Al-Ikhwan dan permasalahan wanita

Al-Ikhwan berkeyakinan bhw wanita yg telah dimuliakan oleh Islam, dijaga dan dihormati, dijadikan sebagai murabbiyah, pemimpin dlm rumahnya, berpartisipasi dgn suaminya, sementara barat melecehkan dan menghancurkannya, dan mengubahnya menjadi peliharaan dan permainan. Dan Al-Ikhwan sejak berdirinya menentang segala macam dan bentuk yg dihalalkan, keterbukaan wanita dan bercampur baur dgn lelaki; baik di sekolah-sekolah dan di pejabat, sebagaimana juga Islam melindungi hak-hak wanita, wanita memiliki harta sendiri, tidak boleh seorangpun mengambilnya kecuali atas izinnya, dan baginya hak utk bekerja sesuai dgn kemampuannya, berhak utk bekerja dlm bidang perniagaan, dan juga memiliki hak utk memilih pasangan atau menolak pasangan yg diajukan kpdnya.Dan diantara sikap Al-Ikhwan dlm bentuk keilmuan, sejak awal berdirinya di kota Al-Isma’iliyah mendirikan sekolah khusus yg bernama ummahatul mukminin, dgn mengadakan manhaj yg menyatukan antara adab-adab Islam dan konsep-konsep terkini, dan Al-Ikhwan juga membuat bhg lain utk akhwat, dan tujuan dari itu adalah berpegang teguh pada adab-adab Islam dan dakwah pada kemuliaan, dan menjelaskan khurafat yg merusak dikalangan wanita muslimah, menyusun pelajaran-pelajaran dan muhadhoroh sebagai nasihat dan tarbiyah.

 

Bhw  kesedaran Islam yg dihadirkan oleh Al-Ikhwan kpd umat terpenuhi setelah kelalaian menimpa akal umat Islam, dan pada hari ini telah bangkit walaupun dlm keadaan yg pahit…dan para pemuda Islam telah memahami urusan hidupnya yg mulia, tujuan agamanya yg tinggi setelah hampir saja terpisahnya ajaran-ajaran agama ini dari kehidupan umat. Sekiranya risalah ini bukanlah risalah terakhir, dan nabi Muhammad saw sebagai rahmat sekalian alam dan penutup para nabi, dan Al-Qur’an bukan kitab terakhir yg diturunkan oleh Allah utk umat manusia.. sekiranya tidak ada ini semua, maka tidak akan ada kesedaran yg mampu memimpin umat Islam menuju alam kebangkitan dan menjauhkan mereka dari kelalaian, dan sungguh benar firman Allah yg Maha Agung, ketika berfirman :  “Dan orang-orang yg berjihad utk (mencari keredhaan) Kami, benar- benar akan Kami tunjukkan kpd mereka jalan-jalan kami. dan Sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yg berbuat baik”. (Al-Ankabut:69)

Posted in Dakwah, Fikrah | No Comments Yet

  • Recent Posts

    • Madrasah Hasan al-Banna Siri 1
    • An-Naksah 42 Tahun Masjid al-Aqsa
    • Kepentingan Unsur Tetap Dalam Islam
    • Bebas Pemuda Dari Hawa Nafsu
    • Faktor Kehancuran Umat
    • Rabbani Dalam Dakwah
    • Hayya alal Jihad
    • Umat Islam & Sirah Rasulullah
    • Rasulullah: Teladan Dan Rahmat
    • Hubungan antara Amal Tarbawi dan Amal Siyasi
    • Membentuk Tarbiyah Al-Muqawamah dan As-Shumud?
    • Apakah Kita Para Aktivis?
    • Fatwa Yusof Al Qardhawi Tentang Boikot
    • Kenyataan 40 Ulamak Al-Azhar & Mesir Tentang GAZA
    • Gaza : Ust Mahdi Akef
  • Categories

    • Akhlak (13)
    • Al-Banna (1)
    • Aqidah (5)
    • Dakwah (30)
    • Fikrah (32)
    • Fiqh (2)
    • Ibadah (5)
    • Tazkirah (3)
    • Tokoh (2)
    • Uncategorized (1)
  • Archives

    • July 2009
    • June 2009
    • May 2009
    • April 2009
    • February 2009
    • January 2009
    • December 2008
    • November 2008
    • October 2008
    • September 2008
    • August 2008
    • July 2008
    • June 2008
    • May 2008
    • April 2008
  • Top Clicks

    • None
  •  

    August 2008
    M T W T F S S
    « Jul   Sep »
     123
    45678910
    11121314151617
    18192021222324
    25262728293031
  • Meta

    • Log in
    • Entries RSS
    • Comments RSS
    • WordPress.com

Blog at WordPress.com.

Theme: Mistylook by Sadish.